Metodologi incremental
-metodologi incremental mengkombinasikan elemen-elemen dalam waterfall yang di aplikasikan secara iteratif(berulang)
Metodologi interactive
-Secara implisit, metodologi interactive adalah pengembangan dari metodologi tradisional/fase,masih menggunakan model waterfall,namun di kuatkan dalam hal hubungan antara deliverieble per fase dengan fase berikutnya dengn dukungan kerja sama seluruh tim.
Sub Proyek
-proyek kecil atau vagian dari proyek besar
-satu fase dalam sebuah proyek besar yang di lakukan oleh satu TIM tersendiri dan lepas dari proyek Utama,
Uraian dari Proyek besar
Proyek besar dapat di urai menadi:
- Satuan pekerjaan yang sistematis
- beberapa subproyek
Contoh Uraian
Implementasi ERP:
>>terdiri atas subproyek implementasi modul production planning dan cost managament
Fungsi Subproyek
Memudahkan sumber alokasi sumber daya sehingga lebih efisien
Syarat Penguraian Proyek antara lain:
- ketersediaan waktu
- ketersediaan sumberdaya(anggota tim,hardware,sofware,dan keuangan)
- Ukuran kekomplekan Proyek(skala Proyek)
Contoh Alokasi\ Pembagian SDM
- sistem informasi supplay chain>>> perlu menempatkan banyak expert yang berpengalaman.
- siste informasi retail chain>>> perlu banyak deployer
- sistem informasi dengan DWDM>>> perlu banyak anlisi sistem
Beberapa kemampuan manajer yang di butuhkan dalam menangani Proyek Bersubproyek
- mampu mengalokasikan/membagi sumber daya (resource sharing)
- mampu memimpin
- mampu mengkoordinasikan
- mampu menyelesaikan masalah
- mampu mengantisipasikan resiko
Apa akibatnya proyek SI sederhana disubproyekkan?
- Menambah kompleksitas Proyek
- kurang efisien
- bisa terjadi keterlambatan
- tidak bisa sambil mengerjakan proyek
- yang lain
- profit bisa berkurang
Penjadwalan
- Mempertimbangkan hasil Analisis
- Work breakdown Structure(WBS): melakukan dekomposisi lingkup proyek dari komponen-komponen utama jadi satuan-satuan kecil Deliverables(Work packkages)
- WBS biasanya di susun sebelum "jadwal sesungguhnya" jadi
Funsi Dari WBS ialah membantu manager dalam :
- Menentukan Parameter di lingkup kerja yang akan di terapkan
- memberikan alokasi waktu untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai lingkupnya
- mencapai milestone dalam setiap fase.
Langkah penjadwalan selanjutnya
- membuat jadwal yang di tuangkan dalam jadwal
- jadwal didiskusikan bersama dengan stakholder
- jadwal di setujui bersama dan di wujudkan dalam bentuk SPK atau kontrak.
Kegagalan Prosek SI
- kegagalan perencanaan
- kegagalan sponsor
- kegagalan desain dan definisi/ruang lingkup
- kegagalan komunikasi
- kegagalan displin proyek
- kegagalan pemasok/Vendor
Gagal Bila
- tiada keterlibatan client
- kurangnya penghargaan pada angota tim
- kurangnya belajar dari kegagalan sebelumnya
- kurang baik dalam mengidentifikasi mendokumentasikan dan mencatat kebutuhan pengguna
- estimasi tidak tepat
- ada tekanan kmersial
- penyusunan anggota tim tidak tepat
- lemah dengan management kualitas
- kurangnya management resiko
- kurang baik dalam menetapkan dan menangani harapan user
- ada politik stakeholder
- lemah dalam management perubahan
- pengembangan tidak bagus
- kurangnya komunikasi
- percaya pada keajaiban
- perencanaan kurang matang
- tugas dan tanggung kawab kurang jelas
- kurang kontrol terhadap pelaksaan jadwal
Dalam Tantangan Bila..
- kurang masukan dari client,hanya diberi comment pascaproyek
- spesifikasi kurang lengkap
- banyak perubahan terjadi sepanjang proyek berlangsung
- kurang dukungan dari pihak kesekutif /owner
- ada anggota tim yang kurang kompetent dalam menjalankan tugasnya
