Rabu, 07 Oktober 2015

Metodologi sistem informasi

Metodologi incremental 

-metodologi incremental mengkombinasikan elemen-elemen dalam waterfall yang di aplikasikan secara iteratif(berulang)

Metodologi interactive

-Secara implisit, metodologi interactive adalah pengembangan dari metodologi tradisional/fase,masih menggunakan model waterfall,namun di kuatkan dalam hal hubungan antara deliverieble per fase dengan fase berikutnya dengn dukungan kerja sama seluruh tim.

Metodologi sistem informasi



Sub Proyek

-proyek kecil atau vagian dari proyek besar

-satu fase dalam sebuah proyek besar yang di lakukan oleh satu TIM tersendiri dan lepas dari proyek Utama,

Uraian dari Proyek besar
 Proyek besar dapat di urai menadi:
  • Satuan pekerjaan yang sistematis
  • beberapa subproyek
Contoh Uraian

Implementasi ERP:
>>terdiri atas subproyek implementasi modul production planning dan cost managament

Fungsi Subproyek
 Memudahkan sumber alokasi sumber daya sehingga lebih efisien

Syarat Penguraian Proyek antara lain:
  1. ketersediaan waktu
  2. ketersediaan sumberdaya(anggota tim,hardware,sofware,dan keuangan)
  3. Ukuran kekomplekan Proyek(skala Proyek)

Contoh Alokasi\ Pembagian SDM
  • sistem informasi supplay chain>>> perlu menempatkan banyak expert yang berpengalaman.
  • siste informasi retail chain>>> perlu banyak deployer
  • sistem informasi dengan DWDM>>> perlu banyak anlisi sistem 

Beberapa kemampuan manajer yang di butuhkan dalam menangani Proyek Bersubproyek
  • mampu mengalokasikan/membagi sumber daya (resource sharing)
  • mampu memimpin
  • mampu mengkoordinasikan
  • mampu menyelesaikan masalah
  • mampu mengantisipasikan resiko
Apa akibatnya proyek SI sederhana disubproyekkan?

  • Menambah kompleksitas Proyek
  • kurang efisien
  • bisa terjadi keterlambatan
  • tidak bisa sambil mengerjakan proyek
  • yang lain
  • profit bisa berkurang

Penjadwalan
  1. Mempertimbangkan hasil Analisis
  2. Work breakdown Structure(WBS): melakukan dekomposisi lingkup proyek dari komponen-komponen utama jadi satuan-satuan kecil Deliverables(Work packkages)
  3. WBS biasanya di susun sebelum "jadwal sesungguhnya" jadi

Funsi Dari WBS ialah membantu manager dalam :
  1. Menentukan Parameter di lingkup kerja yang akan di terapkan
  2. memberikan alokasi waktu untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai lingkupnya 
  3. mencapai milestone dalam setiap fase.
Langkah penjadwalan selanjutnya
  • membuat jadwal yang di tuangkan dalam jadwal
  • jadwal didiskusikan bersama dengan stakholder
  • jadwal di setujui bersama dan di wujudkan dalam bentuk SPK atau kontrak.
Kegagalan Prosek SI
  1. kegagalan perencanaan
  2. kegagalan sponsor
  3. kegagalan desain dan definisi/ruang lingkup
  4. kegagalan komunikasi
  5. kegagalan displin proyek
  6. kegagalan pemasok/Vendor
Gagal Bila
  1. tiada keterlibatan client
  2. kurangnya penghargaan pada angota tim
  3. kurangnya belajar dari kegagalan sebelumnya
  4. kurang baik dalam mengidentifikasi mendokumentasikan dan mencatat kebutuhan pengguna
  5. estimasi tidak tepat
  6. ada tekanan kmersial
  7. penyusunan anggota tim tidak tepat
  8. lemah dengan management kualitas
  9. kurangnya management resiko
  10. kurang baik dalam menetapkan dan menangani harapan user
  11. ada politik stakeholder
  12. lemah dalam management perubahan
  13. pengembangan tidak bagus
  14. kurangnya komunikasi 
  15. percaya pada keajaiban
  16. perencanaan kurang matang
  17. tugas dan tanggung kawab kurang jelas
  18. kurang kontrol terhadap pelaksaan jadwal
Dalam Tantangan Bila..
  • kurang masukan dari client,hanya diberi comment pascaproyek
  • spesifikasi kurang lengkap
  • banyak perubahan terjadi sepanjang proyek berlangsung
  • kurang dukungan dari pihak kesekutif /owner
  • ada anggota tim yang kurang kompetent dalam menjalankan tugasnya